Distance
Vector vs Link State
Terdapat 2 macam routing protocol,
yaitu Distance Vector dan Link State. Distance vector
menggunakan kalkulasi distance atau jarak serta outgoing interface untuk
memilih jalur yang paling baik ke network tujuan. Contoh dari Distance Vector
adalah RIP, IGRP, dan EIGRP. Link State memantau status dan tipe koneksi setiap
link, kemudian membuat kalkulasi metric berdasarkan informasi tersebut. Contoh
dari Link State adalah OSPF.
Distance
Vector vs Link State
Terdapat 2 macam routing protocol,
yaitu Distance Vector dan Link State. Distance vector
menggunakan kalkulasi distance atau jarak serta outgoing interface untuk
memilih jalur yang paling baik ke network tujuan. Contoh dari Distance Vector
adalah RIP, IGRP, dan EIGRP. Link State memantau status dan tipe koneksi setiap
link, kemudian membuat kalkulasi metric berdasarkan informasi tersebut. Contoh
dari Link State adalah OSPF.
Distance Vector sering juga disebut
sebagai routing by rumor. Artinya dia akan memiliki informasi path berdasarkan
rumor. Misalkan pada gambar diatas. Terdapat 4 buah router, A, B, C, dan D. A
memiliki informasi network yang terhubung dengannya, misalkan 1.1.1.0/24. A
akan melakukan advertisement ke B dan C mengenai network 1.1.1.0/24. B akan
menerima advertisement tersebut dan menuliskan demikian di routing table “Untuk
menuju ke 1.1.1.0/24, saya harus melempar ke A dan metricnya adalah xx”
Nilai metric biasanya dikalkulasi dengan melihat faktor jumlah hop, bandwidth,
delay, dll tergantung dari routing protocolnya (misalnya EIGRP akan melihat
bandwidth, delay, mtu). C juga akan bekerja demikian setelah mendapatkan
advertisement dari A. Proses selanjutnya B akan melakukan advertisement ke D,
isinya demikian “Hey D, kalau mau menuju ke 1.1.1.0/24, kamu lempar saja ke
saya. Saya tahu harus melempar kemana” C juga akan melakukan hal yang sama.
Akibatnya D akan mendapat advertisement dari router B dan C. Router D akan
mulai mengkalkulasi metric yang diperoleh dari B dan C. Kesimpulannya, D
mengetahui informasi mengenai network 1.1.1.0/24 berdasarkan rumor dari B dan
C. D sebenarnya tidak tahu network 1.1.1.0/24 berada dimana. D hanya tahu jika
ingin menuju ke 1.1.1.0/24, cukup melempar ke B atau C.
Link State bukan merupakan routing
by rumor. Setiap router di dalam link state routing domain memiliki informasi
yang sama mengenai network secara keseluruhan. Kembali ke contoh diatas, D
mengetahui bahwa 1.1.1.0/24 dimiliki oleh router A. D akan melakukan kalkulasi misalnya
dengan algoritma shortest path first untuk menentukan jalur menuju ke A. D
memiliki gambaran keseluruhan secara detail mengenai network map, kondisi
setiap host, dan kondisi path yang akan dilalui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar